Kemaren malem (minggu), saya menonton acara Mario Teguh The Golden Ways. Temanya tentang Ebony and Ivory (perbedaan di antara kita). It’s a really inspiring show for me. Pada episode kemaren diajarkan tentang menyikapi perbedaan. And bagaimana perbedaan itu menjadi tak berarti ketika tujuan kita sama yaitu kebahagiaan.
Namun, bukan itu yang saya bahas sekarang. Di episode itu bapak Mario Teguh juga mengatakan, bahwa Tuhan menguji kecintaan kita padaNya bukan dengan hubungan kita dengan Nya. Melainkan dengan hubungan kita dengan orang lain.
As example, Tuhan akan menguji kebaikan kita dengan menghadirkan orang yang tidak menghargai kebaikan kita. Dia menguji kesabaran kita dengan orang yang membuat kita kesal. Itulah bukti bahwa Dia memperhatikan kita. Begitulah kira2 yang beliau katakan.
* * *
And then suddenly it clicks… tiba2 aja saya seperti mendapat pencerahan… Oh iya ya, kenapa saya baru sadar sekarang?
Selama ini saya sering mengeluhkan sikap orang-orang di sekitar saya yang sering bikin saya kesal, marah, dan sering tidak menghargai kebaikan2 saya. Saya mengeluh, karena mereka membuat saya merasa tidak berarti. And sometimes I feel used by them…
Tapi setelah denger kata2 itu saya jadi sadar, saya pasti dan mungkin seumur hidup saya akan berhadapan dengan orang2 seperti itu. Why? Karena saya memintanya. I asked for it.
Saya sering minta pada Allah untuk memberikan saya kesabaran, memberikan kemampuan untuk memaafkan, slalu berbuat baik, menjadi orang yang bermanfaat, dan menjadi bagian dari hambaNya yang bersyukur. Dan karena saya meminta semua itu. Maka ia menghadirkan orang2 itu dalam kehidupan saya.
Dia menghadirkan orang2 yang sering bikin saya kesal untuk melatih kesabaran saya.
Menghadirkan orang2 yang sering berbuat kesalahan pada saya untuk melatih saya memaafkan.
Menghadirkan orang2 yang tidak menghargai kebaikan saya untuk melatih saya berbuat baik pada siapapun.
Menghadirkan orang2 yang “memanfaatkan” keberadaan saya untuk menjadikan saya bermanfaat bagi orang yang lebih banyak.
Dan Dia sampai sekarang belum merubah keadaan ekonomi dan keluarga saya, untuk melatih saya agar bisa selalu bersyukur dalam kondisi apapun.
And semua itu untuk kebaikan saya, sarana belajar saya, dan bukti bahwa Dia mengabulkan doa2 saya. ALHAMDULILLAHI RABBIL ‘ALAMIIN… Segala puji dan syukur hanya padaMu yaa Allah, Pemelihara Alam Semesta .
Ternyata Allah sangat sayang pada saya, pada kita semua… n_n
MAKA NIKMAT TUHANMU YANG MANAKAH YANG AKAN KAU DUSTAKAN…?